Sabtu, 10 Oktober 2015

Kunikmati saja di perkosa Pak RT

Aku masih ingat. Tahun 2007 silam aku diangkat sebagai Ketua RT oleh warga komplek di perumahan ku di Kelapa Gading Jakarta utara. Seperti biasa pekerjaan seorang ketua RT. Di lingkungan perumahanku yaitu menarik iuran keamanan dan kebersihan setiap bulannya. menyipan daftar warga dan membuat surat pengantar.

Tiga bulan lebih menjadi ketua RT, aku mulai tahu secara lengkap profil setiap wargaku. Dari usia, alamat, telephon maupun berapa jumlah anggota keluarganya. Eh ternyata di lingkungan komplekku banyak sekali Ibu2 mudanya mereka cantik dan sexy 2, usia antara 25-32 Thn. Setelah aku mempelajari data dan situasi.



Aku tertarik pada istri tetanggaku yang cantik,putih dan sexy. Ia benama Rani. Usianya baru 25 Thn dan belum mempunyai anak. Suami Rani seorang pengusaha kayu. Jarak usia Rani dan suaminya terpaut 13 Thn. Karena suaminya sering ke kalimatan, Rani sering sendiri. Dalam sebulan, suaminya paling hanya 2-2,5 minggu di rumah.

Dengan semangat 45 aku mengatur berbagai strategi agar aku harus mendapatkan / meniduri Rani istri tetanggaku, tepatnya akhir Maret lalu. Seperti biasa aku sengaja datang ke rumah Rani untuk menagih iuran keamanan dan kebersihan. Saat itu waktu menunjukkan pukul 18.00 WIB.

Aku mengetok pintu rumah Rani. setelah beberapa saat, pintu dibuka. Dan ternyata yang membukakan pintu Rani sendiri. "Eh, pak RT. Maaf lama bukakan pintunya.
karena pembantuku tidur dia sedang sakit katanya. Ada apa nih pak? Kok repot-repot datang ke sini sendiri?," tanya Rani, saat membukakan pintu. "Ayo masuk pak !!," ajaknya.

"Nggak, cuma mau menarik iuran kamsih aja kok. Suami sedang di kalimantan ya?," tanyaku.
"Iya nih mungkin lusa dia baru balik," jawabnya. "Kita ngobrol di ruang tengah aja ya karena AC di ruang tamu sedang rusak," sebutnya.
"Oya nggak apa-apa," jawabnya seraya duduk di sofa ruang keluarganya.

Saat itu Rani menggunakan daster transparan saat itu. sehingga BH dan CD nya yang berwarna hitam terlihat transparan aleh terangnya lampu ruang keluarga. Aku tidak konsentrasi saat itu.melihat paha yang putih mulus tepat didepan mataku. Kusodorkan kartu iuran agar di tanda tangani, ah saat itu Rani membungkuk dan terlihat jelas buah dadanya yang putih dan bulat dari balik dasternya.

Kami ngobrol kesana kemari dan waktu sudah menunjukan Pk.18.45. Yang ada dalam pikiranku saat itu bagaimana aku bisa mencumbu dan melumat buah dada Rani ukuran 36B dan segera ingin meremas dan mengemutnya. Pembicaraan semakin akrab, sampai mengarah pada masalah pribadi.

"Oya pak, aku ambilkan dulu uang iurannya di kamar. Bapak mau minum apa? Ambil aja sendiri di kulkas. Maklum pembantu sakit, pak," ujarnya.

setelah Rani masuk kekamar. Pikiran kotorku semakin menjadi jadi. aku berdiri dan nekad membuka pintu kamar Rani yang ternyata tidak dikunci. Rani masih di kamar mandi. Kututup pintu kamar dari dalam.

Setelah kulepas baju dan celana panjangku. Aku tinggal memakai CD. Beberapa detik kemudian Rani keluar dari kamar mandi hanya mengenakan BH hitam saja. Ia kaget melihat aku masuk ke kamar dan tidak mengenakan busana. Secepatnya aku langsung mendorong tubuh Rani ke ranjang. Dan langsung tubuhku menindihnya.
"Jangan pak, jangan pak. Sadar pak," mintanya sambil memberontak,"

Tanpa banyak bicara, aku langsung mencumbui Rani. Bibirnya yang mungil langsung ku lumat habis. Sekitar 4 menit kemudian, Rani ulai pasrah dan mulai menikmati cumbuanku.perlahan ciumanku turun kebawah.. akhrinya sampailah aku pada buah dada Rani yang masih tertutup oleh BH Triumph 36 B.

Tanganku kiri terus meremas payudara Rani yang putih,montok dan tertutup BH hitam , sedang tangan kananku menyusup dibawah punggung Rani untuk mencari dan membuka tali pengikat BH Rani.

Kutemukan pengkait BH nya dan kubuka pengkaitnya. Dengan posisi Rani yang masih tertindih dibawahku. kukepas BH nya kedepan.
"Jangan pak, jangan !! Aku sudah punya suami," harap Rani.

BH Rani sudah terbuka. Penisku spontan mengeras. Tatkala kulihat buah dada Rani yang montok, bulat dengan punting kecil berwarna pink yang mancung keatas. Langsung kusedot, dan ku permainkan punting Kecil Rani yang mancung dengan lidahku dan gigitan mesraku. secara bergantian yang kanan dan yang kiri.

Sambil tangan kananku terus membelai lembut vagina Rani yang ditumbuhi bulu2 jembi yang halus. bibir Vagina Rani cukup tebal sehingga jari jemari tangan kamanku semakin napsu untuk mem-permainkannya.

Setelah aku berhasil mencumbu payudara Rani dan tanganku aktif membelai dan menggosok Vaginanya. Rani mulai menimati permainanku. terbukti dengan desahan desahan Rani yang terdengan lirih di telingaku.

Cumbuanku terus ke bawah, melewati pusar dan terus 2. akhirnya sampailah bibirku pada Vagina atau bagian paling sensitif dari Rani. kucium bibir Vagina Rani yang sdh mulai membasah. OH.. vagina yang yang harum.! sangat berbeda dengan vagina istriku. kupermainkan bibir vagina Rani dengan bibir dan lidahku.. sekali kali kusedot sedot bibir vaginanya.

Kenapa ini ku sebut bagian sensitif dari Rani, karena saat ku cumbu Vaginanya desahan Rani tidak terdengar lirih lagi, Tapi semakin keras terdengar. dengan posisi kaki kanan dan kiri Rani menggelinjang kegelian. "Aahh.. Terus pak. Enak.!!!," desahnya.

Rani mulai terangsang hebat. Dia menarik kepalaku ke atas dan dia menciumiku dengan ganasnya. Gantian tangan kanan Rani memegani dan meremas remas MR P ku. yang semakin tegang. Kutarik tubuh Rani ke tepi ranjang, kurebahkan tubuhnya.

Sambil posisi berdiri kuantat sedikit pantat Rani agar aku mudah mengarahkan penisku ke Vaginanya. tanpa basa basi kutancapkan penisku ke vagina Rani yang masih sempit itu.
"AHH..!!!!," teriak Rani dengan mata terbelalak.

Penisku terus keluar masuk menghujani Vagina Rani yang semakin kian membasah, sambil sekali kali ku goyang goyangkan pantatku kekiri dan kekanan.
"OH.oh... Pak!! Terus-terus. Enak sekali pak," katanya.

Permainanku dengan Rani terus berjalan. dan berakhir setelah kutari penisku dan ku muntahkan cairan spermaku di dalam vaginanya. Aku terbaring lemas disamping tubuh Rani yang basah dengan keringat.
"Pak, kamu hebat!!," kata Rani padaku.
"Kamu juga hebat. Beda dengan istriku. Kamu tidak hanya Cantik, putih dan Sexy tapi juga menggemaskan dan menggairahkan dalam bercinta," kataku.
"Ah bisa aja pak," Rani tersenyum.

Rani mengaku, semenjak 1,5 tahun menikah dengan suaminya, belum pernah ia merasakan nikmat dan klimaks seperti saat ini. "Apa karena suamiku badannya kegemukan dan kecapaian ya pak? sehingga dia malas mencumbuiku bila kita mau berhubungan," tanyanya.

"Dia selalu menonton film blue sebagai pemanasan sebelum berhubungan denganku. Setelah dia terangsang, main tancap saja tanpa memperhatikanku dan mencumbuku terlebih dahulu. Aku terasa seperti pelacur yang tidak berhak untuk mendapatkan kenikmatan yang seimbang dalam bercinta. Meskipun secara materi aku terpenuhi." cerita Rani nanar habis mereguk kenikmatan.

"Tapi kita sudah berdosa pak. Kita menghianati pasangan kita masing2 kata Rani. kasihan juga istrimu," ingatnya.
"Aku juga tidak bahagia nikah dengan istriku. Istriku gendut dan tidak se sexy kamu. Kita bekomitmen bahwa hubungan ini hanya kita berdua yang tahu," mintaku.

Setelah itu aku memakai bajuku dan pulang ke rumah dengan tubuh yang segar. Kalau aku nggak buru2 pulang nanti bisa ketahuan tetangga yang lain karena waktu sudah menujukan jam 20.40 WIB. Nggak lucu kalau Aku ketahuan warga sebagai ketua RT.13 lama-lama di rumah Rani.

Sejak peristiwa tersebut, aku dan Rani sering mengentot. Bukan saja di rumahnya, semak-semak, bahkan kami sering menginap di hotel atau liburan keluar kota berdua. Rani sangat berkeinginan memiliki anak. Dan selama tiga bulan aku sering mengentotnya, dia pun hamil. Apakah anaknya seperti aku ya? Kita lihat saja nanti.

- TAMAT-