Sabtu, 10 Oktober 2015

Pelanggar adat Membawa Nikmat – 2

Alex tidak bisa berbuat apa-apa melihat kekasihnya diperlakukan dengan biadab seperti itu, bahkan diam-diam dia juga terangsang melihat adegan gadis secantik Asty dikeroyok tiga orang pria kasar. Dalam batinnya diapun sebenarnya ingin ambil bagian dalam adegan pengeroyokan itu.
Ayo terus..sebentar lagi dia nyampe.. Pak Man berteriak-teriak kegirangan seperti anak kecil sambil terus menerus meremas payudara Asty sementara Pak Arman masih menelusupkan wajahnya ke selangkangan Asty. Lidahnya terus menyapu bibir vagina Asty dan sesekali menyentil klitorisnya. Asty menjerit kecil setiap kali lidah Pak Arman menyentuh klitorisnya, semantara tangannya juga bermain meremasi pantat Asty. Tubuh Asty sudah basah oleh keringat, sekuat tenaga dia menahan desakan sensasi liar di dalam tubuhnya yang makin lama makin kuat sampai membuat wajahnya merah padam. Tapi Asty akhirnya menyerah, tubuhnya mengejang dahsyat dan tanpa sadar dia mendorongkan vaginanya sendiri ke wajah Pak Arman dan menggerakkannya maju mundur dan bergerak liar menyentak-nyentak. Asty tidak dapat menahan diri lagi. Tubuhnya menggeliat dan menegang.
OOHHHKKHHHH.... AHHHH... Asty mengerang kuat-kuat seperti mengejan. Dan seketika itu pula Crt... crt... crt... cairan vaginanya muncrat keluar. Tanpa sadar Asty mengalami orgasme untuk pertama kali, dan kemudian tubuhnya melemas lalu terpuruk, Pak Man dan Pak Johan menahan tubuh Asty supaya tidak jatuh. Pak Arman tertawa senang melihat bagaimana Asty mengalami orgasme dengan begitu dahsyat.




Hehehehe... Pak Arman tertawa seperti orang sinting. Enak ya Non..? galak juga kalau lagi orgasme.. sindirnya. Asty hanya diam saja, tubuhnya masih lemas setelah mengalami orgasme yang begitu hebat, sekujur syaraf seksualnya seolah digetarkan dengan begitu kuat seperti dihimpit oleh truk raksasa membuat dorongan seksualnya entah bagaimana menggelegak hebat membuatnya serasa ingin disetubuhi.
Nah.. sekarang hukuman ketiganya.. Pak Arman memberi isyarat pada Pak Johan. Pak Johan segera bergegas masuk ke dalam pondok dan keluar dengan mengusung sebuah kasur busa usang yang berbau lembab lalu menghamparkannya di tanah begitu saja.
Nah.. Nona sekarang tiduran di situ ya.. Pak Arman menunjuk ke arah kasur bau itu. Asty hanya mengangguk, didorong oleh gejolak seksualnya yang menggelora dia merebahkan dirinya terlentang di atas kasur, kemudian membuka kaki lebar-lebar, sehingga posisi Asty telentang di atas karpet dengan kaki mengangkang lebar. Ketiga mantri hutan itu terkagum-kagum melihat Asty yang sangat cantik siap untuk disetubuhi. Sementara Alex yang terikat hanya bisa pasrah melihat kekasihnya sebentar lagi akan diperkosa.

Pak Arman kemudian membuka seluruh bajunya dan langsung menindih tubuh Asty sambil mengarahkan penisnya yang besar itu ke vagina Asty.
Sudah siap kan Neng..? Pak Arman berkata lirih. Dia lalu mendorongkan penisnya ke dalam vagina Asty.
Aagghh..., Asty merintih ketika penis besar Pak Arman mulai memasuki vaginanya. Pak Arman dengan kasar langsung memasukkan penisnya sampai mentok ke dalam vagina Asty yang sudah basah itu. Karena besarnya diameter penis Pak Arman, vagina Asty terlihat tertarik dan penuh dan menjadi berbentuk bulat melingkar ketat di penis Pak Arman. Meskipun Asty sudah tidak perawan lagi, tapi baru kali ini vaginanya dimasuki penis sebesar penis Pak Arman. Asty meringis menahan sakit sambil mengigit bibirnya.
Pak Arman mulai memompa penisnya dengan cepat keluar masuk vagina Asty. Asty yang belum pernah vaginanya dipompa oleh penis sebesar penis Pak Arman hanya bisa mengerang-erang dengan mata tertutup dan mulut sedikit terbuka.
AAAHHH... .UUUUHHHH... ... OOOHHHH teriak Asty sambil menggelinjang-gelinjang dan kedua tangganya meremas-remas kasur yang cukup tebal itu.
Pak Arman semakin cepat memompa vagina Asty dengan penisnya. Kaki Asty terangkat ke atas memberikan kesempatan kepada Pak Arman untuk terus memompa vaginanya dengan lebih cepat lagi.
Aaahh... enak... terus... ooh... . Asty mulai meracau dengan mata tertutup dan tanggannya semakin keras meremas-remas kasur.
Setelah 20 menit disetubuhi Pak Arman, tiba-tiba badan Asty mengejang, kedua kakinya dirapatkan menjepit pinggang Pak Arman, tangannya memeluk erat leher Pak Arman.
AAAAGGHHH... ... . erang Asty mencapai orgasme yang sangat tinggi.
Kemudian badan Asty melemah, pelukan tangannya lepas dari leher Pak Arman, kakinya yang tadinya memeluk pinggang Pak Arman jatuh ke kasur, vagina Asty yang tersumpal rapat oleh penis Pak Arman terlihat mengeluarkan cairan sampai membasahi karpet. Setelah beberapa lama persetubuhan itu berlangsung. akhirnya si mantri hutan kasar itu pun menyemprotkan spermanya dengan sodokan yang keras ke dalam kemaluan Asty. Spermanya keluar sangat banyak hingga tak tertampung oleh vagina Asty. Rembesannya keluar membasahi kasur itu. Di saat yang bersamaan, rupanya Asty pun kembali mengalami orgasme. Kali ini tubuhnya menggelinjang hebat tak terkendali. Sementara Pak Arman yang mengetahuinya, segera mendekap tubuh wanita itu seerat-eratnya. Pinggulnya terus mendorong-dorong kemaluannya seakan ingin mendekam dan bersarang di kemaluan Asty. Lalu diciuminya seluruh wajah Asty. dikulumnya dalam-dalam bibir wanita itu. Asty yang sudah kecapaian tak kuasa menolaknya. Dia mambiarkan bibirnya dilumat oleah Pak Arman dengan kasar.
Setalah menuntaskan segala kepuasannya, Pak Arman berdiri meninggalkan tubuh Asty yang lemas telanjang di atas kasur. Tubuh putih itu sekarang berkilau basah oleh keringat, pada vaginanya terlihat mengalir cairan sperma kental berwarna putih susu.
Ohhhh.. Pak Arman mengejang penuh kepuasan. Baru kali ini dia merasakan nikmatnya menyetubuhi seorang gadis kota yang sangat cantik. Berbeda sekali dengan pelacur-pelacur yang pernah dipakainya selama ini.
Asty hanya bisa menangis meratapi nasibnya diperkosa oleh Pak Arman, tapi dalam hatinya sebetulnya dia menikmati saat dirinya disetubuhi oleh Pak Arman. Rasa yang sangat berbeda dari yang pernah didapatnya dari Alex, bahkan Asty merasa Alex tidak ada apa-apanya dibandingkan Pak Arman. Karena itu ketika Pak Man mendekatinya dia hanya diam saja, menunggu persetubuhannya yang kedua.
Nah.. sekarang giliran Gue.. kata Pak Man tenang sambil melepas pakaiannya satu-persatu, dia menyeringai kegirangan mirip anak kecil yang diberi permen. kita ganti gaya ya Neng kata Pak Man kalem. Mungkin karena saking terangsangnya, Asty menurut saja apa yang dimintanya, Pak Man membalikkan tubuh Anie dengan pantat agak ditunggingkan, tangan dan lutut Asty bertumpu di kasur dengan gaya nungging. Pak Man membelai pantat Asty yang mulus telanjang itu sambil sesekali menamparnya ringan dan mencubitinya.
Buseet.. pantatnya, guede, putih, mulus lagi... kata Pak Man kegirangan. Lalu penis Pak Man mulai memasuki vagina Asty dari belakang.
Oohh.. gile.. Pak Man mengejang ketika penisnya amblas sepenuhnya di dalam vagina Asty. Tempiknya Neng masih seret aja.. Pak Man berujar. Asty hanya diam saja sambil memejamkan mata kaerna kesakitan sekaligus merasakan nikmat pada dinding vaginanya sebelah dalam.Dalam posisi demikian, Pak Man memaju-mundurkan pinggulnya sambil berpegangan pada pantat Asty. Asty serasa melayang, sekonyong-konyong dia tidak merasa diperkosa karena turut menikmatinya. Pak Man lalu menjambak rambut Asty dan ditariknya hingga wajahnya terangkat memperlihatkan ekspresi kesakitan tapi penuh kenikmatan setiap kali Pak Man menggenjotkan penisnya.
Ahhh... ahhhh.... oohhhhh... oohhhh... Asty mengerang setiap kali Pak Man menyodokkan penisnya, di lain pihak, Pak Arman dan Pak Johan ikut memberi semangat setiap kali Pak Man menyodok vagina Asty.
Ayoo.. terusss.. teruss Nona ... yeahh... oohhh... baguss.. Pak Johan memberi semangat pada Asty. Asty yang sudah dikuasai nafsu birahi mengerang-erang kuat setiap kali sentakan penis Pak Man menyodok bagian dalam vaginanya.
Menit demi menit berlalu, Pak Man masih bersemangat menggenjot Asty. Sementara Asty sendiri sudah mulai kehilangan kendali diri, dia kini sudah tidak terlihat sebagai seseorang yang sedang diperkosa lagi, melainkan nampak hanyut menikmati ulah Pak Man. Kemudian Pak Man mengganti gaya lagi, kali ini ditelentangkannya lagi tubuh Asty, lalu diangkatnya kedua paha Asty dan disampirkannya ke pundaknya, lalu kedua tangannya mencengkeram pergelangan tangan Asty, dan menariknya kuat-kuat, kemudian Pak Man kembali mendesakkan penisnya ke vagina Asty dan menggenjotnya. Asty menggeliat antara sakit bercampur nikmat, Di ambang klimaks, tanpa sadar saat Pak Man melepaskan pegangannya dan kembali menindih tubuhnya, Asty memeluk Pak Man dan memberikan ciuman di mulutnya. Mereka berpagutan sampai Asty mendesis panjang dengan tubuh mengejang, tangannya mencengkeram erat-erat lengan Pak Man. Tapi Pak Man belum terpuaskan, maka setelah jeda beberapa menit dia kembali menggerakkan penisnya maju mundur di dalam vagina Asty.
Uugghhoohh ! desah Asty dengan mencengkeram kasur dengan kuat saat penis itu kembali melesak ke dalam vaginanya, cairan yang sudah membanjir dari vagina Asty menimbulkan bunyi berdecak setiap kali penis itu menghujam. Suara desahan Asty membuat Pak Man semakin bernafsu sehingga meraih payudara Asty dan meremasnya dengan gemas seolah ingin melumatkan tubuh mulus itu.
Limabelas menit lamanya Pak Man menyetubuhinya sampai akhirnya Pak Man menggeram dan merasakan sesuatu akan meledak dalam dirinya.
Crttcrtcrt...., sperma Pak Man menyembur membasahi rahim Asty dengan sangat deras. Pak Man merasakan sekujur syaraf seksualnya meledak saat itu, bagai seekor binatang ganas yang keluar mengoyak tubuhnya dari dalam. Tubuh Pak Man menegang selama beberapa detik merasakan kenikmatan yang diperolehnya sebelum akhirnya melemas kembali dan tergolek mendekap tubuh mulus Asty. Lalu setelah puas dia segera bangkit. Dibiarkannya Asty terkapar di ranjang itu, wajahnya tampak sedih dan basah oleh keringat, cairan sperma yang sangat banyak mengalir keluar dari vaginanya.
Pak Johan yang mendapat giliran terakhir maju sambil bersungut-sungut, dia yang sedari tadi sudah telanjang hanya bisa mengocok penisnya sendiri sambil memelototi adegan persetubuhan kedua temannya dengan gadis yang sangat cantik dan seksi itu.
Jangan tiduran saja di situ Nona cantik.. Pak Johan lalu menarik tangan Asty dengan kasar membuat Asty tersentak ke depan. Diangkatnya wajah Asty yang tertunduk, ditatapnya sejenak dan disekanya air mata yang mengalir sebelum dengan tiba-tiba melumat bibir mungil itu dengan ganas.
Mata gadis itu membelalak menerima serangan kilat itu, dia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mendorong dada Pak Johan, namun sia-sia karena Pak Johan memeluknya begitu kuat dengan tangan satunya memegangi kepalanya. Ciuman Pak Johan makin merambat turun ke leher jenjangnya lalu dia membungkukkan badan agar bisa menciumi payudaranya. Dari leher mulut Pak Johan turun lagi ke dadanya, dia membungkuk agar bisa menyusu dari payudara berukuran 32B yang montok itu. Dijilatinya dengan liar hingga permukaan payudara itu basah oleh ludahnya, terkadang dia juga menggigiti putingnya memberikan sensasi tersendiri bagi Asty. Tangan satunya turun meraba-raba kemaluannya dan memainkan jarinya disitu menyebabkan daerah itu makin berlendir.
PakPakoohh.... aaah ! desahnya antara menolak dan menerima. Pak Johan diam saja, lalu kembali dilumatnya bibir Asty, lalu pelan-pelan Pak Johan merebahkan tubuh Asty kembali ke kasur dan menekan penisnya ke liang vagina Asty.
Sshhhsakit, aawhhh!! rintih Asty ketika penis Pak Johan yang besar itu menerobos vaginanya. Sementara Pak Johan terus berusaha memasukkan penisnya sambil melenguh-lenguh.
Ough.....aduhhhh... Pakkkkk !!!! pelannnn.....!!!!!! ahhh......... auggghhhh.... jerit Asty sambil mendorong tubuh Pak Johan menjauh. Namun Pak Johan tetap tidak peduli. Iapun terus mendorong penisnya masuk perlahan. Gesekan yang ditimbulkan batang penis dan dinding rahim Asty membuat Asty merasakan kesakitan di selangkangannya. Apalagi ia harus menahan bobot tubuh Pak Johan yang terbilang agak berat itu. Mengetahui kondisi dan tidak ingin terlalu membuat Asty tersiksa Pak Johanpun mendorongnya dengan kekuatan penuh. Hingga akhirnya amblas semuanya. Kedua tangannya memegang pinggul Asty dan agar tidak terlepas dari liang itu.
Pak Johan pun menarik penisnya yang masih tertancap di vagina yang sempit itu. Gerakan maju mundurnya membuat Asty mengigit bibir bawahnya seolah rasa perih mulai hilang diganti rasa nikmat karena gesekan kulit daerah organ vital mereka berdua. Goyangan maju mundur Pak Johan terus menerus seolah ingin menancapkan penisnya sedalam mungkin Cukup lama ia melakukan gerakan menekan dan memutar liang itu. Beberapa menit berlalu sebuah erangan panjang keluar dari mulut Asty.
Ooooughhhhhhh..... ough.... ooooohhhhhhhhh..... Paaak...... Tubuhnya mengejang, kakinyapun menekan pinggul Pak Johan. Cengkeraman kukunya di lengan Pak Johan menandakan ia telah orgasme untuk kesekian kalinya, setelah dua kali diperkosa, tiada lagi daya dalam diri Asty untuk mengimbangi Pak Johan. Melihat kejadian itu Pak Johanpun lalu mempercepat gerakannya, Pak Johan meningkatkan tempo goyangannya, penis yang besar dan berurat itu menggesek dan menekan klitoris Asty ke dalam setiap kali menghujam. Kedua payudaranya yang membusung tegak itu ikut berguncang hebat seirama guncangan badannya. Pak Johan meraih yang sebelah kanan dan meremasnya dengan gemas. Gairah Asty mulai bangkit lagi, dia merasakan kenikmatan yang berbeda dari biasanya, yang tidak didapatnya saat bercinta dengan Alex, tanpa disadari dia juga ikut menggoyangkan pinggulnya seolah merespon gerakan Pak Johan. Tapi Belum lagi sempat Asty menarik napas, Pak Johan dengan kasar mengangkat dan membalikan tubuh Asty, Pak Johan membuat Asty sekarang dalam posisi menungging. Pantat Asty terangkat tinggi, sedangkan kepalanya tertunduk ke kasur dan badannya bertumpu pada kedua lutut dan tangannya. Tiba-tiba Pak Johan dengan kasar dan dalam tempo yang cepat mulai kembali memompa vagina Asty.
Aaaaghh... egghhhh... ..sakiiit... . teriak Asty mendapat perlakuan kasar dari Pak Johan.
Mendengar itu Pak Johan malah semakin bersemangat dan semakin keras menghajar vagina Asty dengan penisnya dari belakang. Tangan Pak Johan memegang pinggang Asty dan mulai menarik maju mundur badan Asty, sehingga pompaan penisnya dalam vagina Asty semakin keras dan cepat. Mendapat perlakuan demikian, Asty hanya bisa mengerang-erang keras, tangannya kembali meremas-remas kasur. Badan Asty maju mundur mengikuti pompaan keras penis Pak Johan. Setiap kali Pak Johan memasukkan penisnya sampai mentok ke vagina Asty, terdengar teriakan Asty.
AAHGHH... ..AAGHHHH... .AGHHH... teriak Asty berulang-ulang. Semakin cepat lagi Pak Johan memompa penisnya semakin keras erangan Asty. Kemudian Pak Johan merubah posisinya yang tadinya berlutut menjadi berjongkok di belakang Asty. Posisi itu membuat Pak Johan dapat makin cepat lagi memompa vagina Asty dari belakang dan membuat penisnya dapat makin keras menekan vagina Asty, meskipun sebenarnya penis yang besar itu sudah mentok di dalam vagina Asty. Pak Johan tidak mengurangi kecepatan pompaan penisnya dan tetap menjambak rambut Asty.
Aaaaahh... uuuuhh... ... ..aaaaahhhh... .eeeeehhhgggh.... teriak Asty makin keras menggema di tengah hutan itu. Penis Pak Johan yang besar terlihat makin cepat keluar masuk vagina Asty yang masih sempit itu. Tangan kanan Pak Johan makin keras menjambak rambut Asty.
Asty dalam posisi demikian tidak dapat berbuat apa-apa selain mengikuti irama permainan Pak Johan. Mengikuti apa maunya Pak Johan, beberapa menit bermain cepat, kemudian melambat dan menjadi cepat lagi.
Wajah Asty yang terdongak karena jambakan Pak Johan pada rambutnya menunjukkan betapa Asty sebenarnya menikmati perlakuan kasar Pak Johan. Mata Asty merem melek dan mulutnya terbuka lebar menikmati serbuan penis Pak Johan dari belakang. Tangan Asty makin keras meremas-remas kasur, payudaranya yang padat bergantung dan bergoyang keras ke depan dan ke belakang, vaginanya sudah sangat basah, cairan vaginanya yang bercampur sperma bukan saja meleleh banyak di kedua paha bagian dalamnya tapi sedikit-sedikit mulai menetes ke kasur yang dijadikan alas.
Setengah jam lamanya Pak Johan menyetubuhi Asty. Dan diperlakukan demikian, sudah tidak terhitung berapa kali Asty mencapai orgasme. Cairan kewanitaannya semakin deras membasahi kedua paha dalamnya, kakinya sudah mulai bergetar karena terlalu letih dan orgasme yang berulang-ulang. Sementara Pak Johan masih saja terus menggenjotkan penisnya seolah tidak akan berhenti, sampai akhirnya ketika Asty orgasme lagi, Pak Johan mengejang kuat-kuat. Sambil menyentakkan penisnya ke dalam vagina Asty kuat-kuat, Pak Johan melenguh keras.
AAAAHHHHKKKHHHH...! Pak Johan merasakan kenikmatan yang luar biasa menghantam sekujur tubuhnya, dan seketika itu pula spermanya menyembur dengan sangat deras di dalam rahim Asty. Seketika didorongnya tubuh Asty sehingga tertelungkup di kasur, sementara dia sendiri terkapar terengah-engah merasakan kenikmatan yang luar biasa menyetubuhi gadis yang begitu cantik dan seksi seperti Asty.
Dan selama sehari semalam, ketiga orang mantri hutan itu memperlakukan Asty tidak lebih dari budak nafsu yang harus siap melayani nafsu seksual mereka bertiga. Selama sehari semalam mereka tidak mengijinkan Asty untuk berpakaian barang selembarpun. Mereka juga memaksa Asty untuk menjadi pelayan di pondokan mereka, tentunya dengan tetap telanjang bulat. Dan semalaman, mereka bertiga memaksa Asty untuk melakukan hubungan seksual dengan berbagai gaya dan cara yang bisa mereka praktekkan pada tubuh Asty. Mereka baru menyudahi pesta seksual tersebut sekitar jam 4 pagi setalah Asty benar-benar tidak kuasa lagi bergerak. Mereka berempat kemudian tertidur di lantai beralas karpet usang tanpa busana. Pak Johan tidur sambil menggenggam payudara Asty, Pak Arman dan Pak Man tidur di sebelahnya. Sementara Alex dibiarkan saja masih terikat di luar ruangan, hanya mengenakan selembar celana dalam, menahan dingin, lapar dan haus.

Tamat